Senin, 30 Desember 2019

Enam Langkah Strategis Mewujudkan Sumberdaya Manusia Unggul dan Produktif

(Foto:stoinvestor news.com)
Hidup ini dinamis, selalu ada yang baru sehingga menuntut manusia untuk mampu mengatasi setiap masalah dan tantangan zaman yang tidak kenal kata berhenti. Orang dituntut memiliki kemampuan pikir analistis, kritis, kreatif dan solutif.

Menjadi manusia unggul atau sumberdaya manusia yang unggul itu jauh dari kata eksploitatif, lebih menekankan pada tindakan yang sifatnya keberlanjutan untuk menjaga keseimbangan. Blog competition yang diselenggarakan Kamar Dagang Indonesia atau Kadin dengan hadiah  kendaraan yang menggunakan energi listrik sebagai penggeraknya. Menggelitik pikiran saya.

Apakah ini salah satu cara Kadin mengajak masyarakat untuk berpikir visioner ?

Nampaknya Kadin secara halus mengajak sumberdaya manusia siap menghadapi perubahan zaman. Dimana orang mesti peka jka industri otomotif yang akan  bergeser dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan dengan energi listrik sebagai motor penggeraknya.

Kadin ingin membangun budaya dan etos sumberdaya manusia Indonesia yang mampu berpikir secara menyeluruh atau komprehensif. Setiap keputusannya memperhatikan kepentingan serta aspek dari hulu sampai hilir,  mengingat dan memperhatikan luasnya cakupan wilayah Indonesia, keragaman budaya dan kompleksitas akibat dari sebuah perubahan yang terjadi.

(Foto: Kadin Indonesia)
Menjadi manusia unggul itu artinya memiliki sikap serta cara berpikir yang antisipatif. Bukan reaktif, tidak membiarkan diri menjadi generasi kagetan, gumunan atau mudah tercengang dan terkesima dengan segala sesuatu yang baru. Generasi unggul atau sumberdaya manusia unggul tidak hanya memikirkan masalah kekinian.

Tidak heran jika peringkat sumberdaya manusia Indonesia jauh tertinggal dibandingkan tetangga kanan kirinya karena cara berpikir yang pragmatis sehingga menghasilkan budaya konsumtif bukan produktif.

Keanekaragaman kultur dan luasnya wilayah serta masalah sosial lainnya, jangan dijadikan alasan sulitnya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Menjadi produktif dan manusia unggul itu pilihan.

Sebagaimana kata sosiolog kelahiran Jerman Maximilian Weber atau lebih dikenal Max Weber menyebutkan bahwa setiap orang menyadari adanya ideologi dominasi. Bahwa keberhasilan seseorang dalam hidup dikarenakan oleh upaya mereka sendiri.

(Foto:katadata.co.id)
Untuk menjadi sumberdaya manusia unggul, terbentuk individu-individu yang produktif, tangguh serta ulet dan tahan banting dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan. Pendidikan atau pelatihan merupakan salah satu cara dalam upaya meningkatkan kualitas diri atau sumberdayanya.

Menekankan pengalaman sebagai cara lain agar seseorang terlatih dan terdidik. Dirasa kurang efisien dan tidak efektif karena membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga serta biaya yang tidak sedikit. Trial and eror tidak salah namun kurang bisa mengimbangi cepatnya perubahan yang terjadi.

Strategi unggul dan produktif
Oleh karena itu dalam upaya mendorong Indonesia produktif dengan sumberdaya manusianya yang unggul perlu memperhatikan strategi sebagai berikut:

Pertama, menentukan target, tujuan atau goal dari sebuah rencana.Dari tema besar tentang sumberdaya manusia unggul dan produktif. Sebagai contoh, terkait dengan kendaraan berenergi listrik.

Target sasaran atau goal apa yang ingin dicapai dengan  sumberdaya manusia unggul dan produktif. Terkait dengan tema ini contohnya adalah menargetkan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, jalan-jalan raya di Indonesia sudah bebas dari kendaraan berbahan bakar fosil. Diganti dengan kendaraan berenergi listrik.

Dari target tersebut akan muncul beberapa masalah yang harus dinventarisasikan. Masalah mana yang perlu mendapat prioritas utama dan yang dapat dikerjakan sejalan dengan proyek atau target 5 tahun kedepan terkait pergantian energi fosil ke listrik untuk kendaraan.

(Foto:antaranews.com)
Kedua, pelatihan atau pendidikan menjadi sangat penting bukan hanya bagi pelaksana administratif dan lapangan. Tetapi termasuk bagi kaum cendikiawan untuk terus menerus melakukan kajian, penelitian dan diskusi guna mengantisipasi dan menyiapkan perubahan terkait penggunaan energi listrik untuk kendaraan.

Bagaimana kesiapan penyediaan sumber daya listrik dari tingkat hulu sampai hilir dari sisi teknis, sistem distribusi, penjualan, pembelian sampai penggunaan atau pemakaian. Termasuk bagaimana industri otomotif menyiapkan teknisinya untuk siap menerima pekerjaan perubahan atau penambahan beberapa komponen untuk kendaraan yang sudah ada. Sekaligus menciptakan jenis kendaraan baru berenergi listrik.

Termasuk bagaimana memberikan pemahaman kepada konsumen atau masyarakat terkait perubahan yang terjadi pada kendaraan yang dimiliki. Sebab perubahan tersebut secara langsung dan tidak langsung akan memberikan dampak pada peribahan perilaku manusia atau penggunaannya.

(Foto:mpssoft.co.id)
Pendidikan atau pelatihan penting bagi siapa saja termasuk bagi karyawan dari produsen bahan bakar minyak. Bahwa dengan hadirnya energi listrik akan berdampak pada penggunaan bensin seperti premium, solar, pertalite dan yang lainnya yang akan mengurangi keuntungan tempat mereka bekerja. Dan akan berpengaruh dengan kelangsungan usaha, disini letak arti pentingnya pendidikan bagi peningkatan sumberdaya manusia.

Demikian pula dengan mereka yang terkait langsung dengan perubahan ini. Ahli kelistrikan dituntut untuk meningkatkan ketrampilan dan kreativitasnya dalam memanfaatkan listrik sebagai energi yang hemat, ramah lingkungan. Serta dituntut mampu menciptakan produk baru yang dibutuhkan oleh banyak orang.

Untuk menjadi sumberdaya manusia produktif dan unggul, Indonesia perlu memiliki orang-orang yang kritis mencermati perubahan. Inilah strategi ketiga menjadikan sumberdaya manusia Indonesia mampu berpikir dan bersikap kritis terhadap setiap fenomena dan perubahan. Tujuannya agar dapat mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi. Baik berjalan secara lambat atau cepat.

Tidak cukup lewat pendidikan atau pelatihan tetapi juga kepedulian dalam berbagai sektor kehidupan. Supaya antar sesama anak bangsa saling bahu membahu atau tolong menolong untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

(Foto:hotroontap.com)
(Foto:freepik.com)

Hadiah kendaraan listrik seperti sepeda atau sepeda motor dalam lomba blog competition Kadin Indonesia, mestinya mampu menjadi pemicu salah satu kesadaran dan pikiran kritis bagi siapa saja. Bahwa era energi listrik mulai dan sedang berlangsung.

Perubahan ini cepat atau lambat akan terjadi. Sumberdaya manusia yang unggul akan melihat hal ini sebagai peluang yang menantang, guna menjadikannya produktif sesuai kemampuan yang dikuasai.

Sikap kritis dalam cara berpikir dan cara pandang akan memunculkan budaya antisipatif, bukan reaktif, yang dibutuhkan dalam menghadapi perubahan zaman. Baik bersifat lokal atau mengglobal. Kemampuan berpikir dan bersikap antisipatif ini dapat ditumbuhkan atau dilatih lewat berbagai macam pelatihan, pendidikan, mengedepankan berbagai pengalaman dan tidak lupa dengan biasa membaca buku.

Kemampuan antisipasi ini akan memunculkan orang-orang kreatif. Orang atau sumberdaya manusia yang tidak gampang menyerah. Selalu berusaha mencari cara atau jalan keluar dalam menghadapi sebuah masalah atau persoalan.

Strategi memperoleh sumberdaya manusia unggul yang produktif adalah dengan mendorong kemunculan perilaku kreatif. Bukan sekedar berani beda. Tetapi kreatif yang konstruktif, inovatif akan segala perubahan.
(Foto: finansialku.com)
Produk-produk orang kreatif mengandung sesuatu yang visioner. Bukan hanya sekedar menghasilkan produk atau barang yang habis pakai. Selesai dikonsumsi, dibuang dan menjadi sampah. Tetapi harus selalu memiliki nilai guna secara berkelanjutan, yang memiliki multiple efect. Efek berantai bagi kesejahteraan manusia secara menyeluruh. Inilah strategi keempat membangun sumberdaya manusia Indonesia yang unggul, lewat hasil produk-produk yang memilik efek berantai.

Tidak ada salahnya strategi keempat ini menjadi target bayangan agar negeri ini benar-benar menjadi negeri yang hijau dan jauh dari limbah berbahaya. Unggul itu menjadi yang pertama tanpa merasa utama atau minta diutamakan karena dalam diri manusia unggul itu ada kesadaran bahwa dalam keunggulanya terkandung  arti kerja keras dan cerdas dalam menyikapi segala sesuatu.

Orang yang unggul itu selalu berpikir visioner, jauh kedepan melampaui masanya. Sumberdaya manusia unggul yang produktif  mesti dimaknai tidak sebatas pada produk fisik saja. Tetapi juga produk-produk jasa dan layanan lainnya.

(Foto:antaranews.com)
Unggul itu tidak perlu ditunjukkan dengan sikap pamer kekuatan atau kelebihan tetapi harus ditunjukkan lewat kerja atau karya. Berperilaku santun, menghargai orang lain, rendah hati, murah senyum dan suka menolong adalah perilaku unggul yang pernah diajarkan oleh generasi masa lalu.

Keunggulan bukan untuk mendapat pujian dengan cara memamerkan kemampuan diri lewat media sosial, media televisi dan media publikasi lain lewat adu argumen, pandangan politik, gagasan yang mengundang decak kagum tetapi nir aksi. Jauh dari sikap saling menghargai dan menghormati. Tidak ada tindakan nyata yang menghasilkan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi orang banyak.

Strategi kelima, jangan lupa untuk memasarkan atau mengabarkan produk. Menjadi sumberdaya manusia unggul tidaknya hanya aktif berproduksi tetapi dituntut pula untuk mampu mengabarkan kepada banyak orang lewat strategi pemasaran atau komunikasi massa yang efisien dan tepat sasaran. Tujuannya agar produk tersebut menjadi budaya baru, sehingga menjadi bagian hidup setiap orang.

(Foto: kajian pustaka.com)
Orang yang unggul dan produktif memiliki banyak ide atau gagasan kreatif dalam mengenalkan produk yang dihasilkan. Cara-cara promosi yang konvensional sampai modern, terbuka digunakan bahkan tidak menutup kemungkinan memiliki cara yang lebih efektif dalam mengabarkan setiap produk.

Listrik tidak hanya lampu, listrik tidak hanya untuk rumah, untuk peralatan rumah tangga dan kendaraan. Listrik juga untuk kesehatan ? Sebuah pertanyaan sekaligus tantangan yang perlu jawaban segera.

Enam, menyadari bahwa hidup ini tidak hanya dinamis tetapi juga siklis atau berputar. Semua ada masanya dan ada waktunya. Temuan atau setiap produk yang dihasilkan akan selalu mendapatkan reaksi. Ciri manusia unggul tidak panik dan reaktif dengan munculnya perlawanan atau persaingan. Tetapi malah menjadikan sebagai pendorong untuk memikirkan atau menghasilkan sesuatu yang baru. Menjadikannya lebih produktif.

(Foto: danareksaonline.com)
Setiap produk memiliki masanya sendiri-sendiri. Hanya sedikit yang dapat dikatakan abadi. Lampu pijar yang bertahan beberapa abad akhirnya tergantikan dengan lampu LED.

Demikian pula  produk dari sumberdaya unggul. Namun orang yang produktif dan unggul tidak pernah dan tidak ingin  menyerah oleh waktu dan masa. Oleh karena itu mereka selalu berpikir visioner jauh ke depan, mengatasi masanya. Sebab hidup ini dinamis.

Sedinamis pikiran dan gagasan manusia yang unggul, untuk mewujudkan gagasan  atau keinginan. Mesti memiliki langkah-langkah strategis,
  • Pertama, menentukan target.
  • Kedua, pelatihan atau pendidikan.
  • Ketiga, menjadikan sumberdaya manusia Indonesia mampu berpikir dan bersikap kritis terhadap setiap fenomena dan perubahan. 
  • Keempat membangun sumberdaya manusia Indonesia yang unggul, lewat hasil produk-produk yang memilik efek berantai.
  • Kelima, memasarkan atau mengabarkan produk. 
  • Enam, menyadari bahwa hidup ini tidak hanya dinamis tetapi juga siklis.
Sebagaimana seorang bijak pernah berpesan. Jika seseorang ingin membangun sebuah menara, tentu akan duduk menghitung dahulu biayanya. Supaya mengetahui berapa lama waktu dibutuhkan dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan menara itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Itsmy blog

 It's my mine