Sabtu, 06 April 2019

#MoneySmartMenginspirasi, Fokus ke Saham BUMN Semoga Selalu Cuan

(moneysmart.id)
Menginvestasikan sebagian tabungan ke saham, mungkin langkah cukup nekad dan berani. Seorang teman mengingatkan, risiko kerugian dapat diminimalisir jika memahami profil perusahaan. Termasuk mengikuti perkembangan perusahaan lewat informasi dan berita ekonomi. 

Saran teman saya ikuti. Saya investasikan uang Rp 1 juta untuk membeli saham Perusahaan Gas Negara, yang berkodekan PGAS, yang ditransaksikan di layar perdagangan Bursa Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchange.

Memilih karena alasan sederhana
Alasan memilih saham PGAS itu sederhana. Setiap hari melihat tabung gas dan hampir setiap rumah memakai gas untuk keperluan memasak. Maka kebutuhan gas atau permintaan pasar tidak akan pernah berhenti atau berkurang.

(kaltim.prokal.co)
Bahkan tidak jarang kita mengalami kesulitan mendapatkan tabung gas ukuran 3 kg dan 15 kg. Saya simpulkan bahwa permintaan gas dari waktu ke waktu akan terus meningkat sejalan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dengan demikian harga saham gas akan terus naik.

Maka saya putuskan membeli saham PGAS di harga Rp 2.250 untuk setiap lembarnya. Saat itu saya membeli 4 lot, satu lot berisi 100 lembar saham. Artinya saya memiliki 400 lembar dan saya membayar sekitar  Rp 900.000 lebih sedikit. Kelebihan harga, untuk biaya fee brooker dimana saya menjadi nasabah sekuritas.

Dengan modal kurang dari Rp 1 juta, saya memiliki 400 lembar saham. Saya berharap keesokan hari harga saham PGAS naik. Tetapi yang terjadi  harga saham itu malah turun. Besoknya, harganya terus turun. Demikian besoknya lagi dan besoknya lagi.

(investing.com)

Saat saya bercerita dengan cemas, tentang harga saham PGAS yang terus turun harganya sampai Rp 2.100. Teman saya malah ketawa sambil mengingatkan, apakah saya sudah membaca profil perusahaan. Saya jawab, sudah.

Dengan santai dan sambil berjalan pergi. Dia menepuk lengan saya mengatakan, “Tenang Bro, harga bisa lebih dari Rp 2.500.” Tetapi esoknya harga turun terus dan terbayang kerugian ada di depan mata.

Hal itu membuat saya malas untuk melihat perkembangan terakhir harga saham PGAS. Empat hari kemudian, saya baru sempat melihat harga saham PGAS. Ternyata harganya pernah naik sampai Rp 2.300.

(bumn.go.id)
Mengetahui ada kenaikan harga saya mulai rutin melihat pergerakan harga. Tetapi sayangnya, saya tidak memiliki kesempatan menjual saat harga di atas harga saat saya beli.

Saat kembali memperhatikan pergerakan harga, boro-boro harga naik. Harga saham saya malah terus turun dibawah Rp 2000 bahkan harga saham PGAS  menjadi Rp 1.500.

Berbekal keyakinan membaca profil perusahaan, informasi atau berita ekonomi dan saran teman. Serta mulai rajin membaca informasi ekonomi dan keuangan di MoneySmart.id. Saya tidak terburu-buru menjualnya. Selang beberapa hari kemudian, harga saham PGAS mulai merangkak naik.

(republika.co.id)
(dreamstime,lantaibursa,beritasatu,gofreedownload)
Akhirnya saham PGAS saya jual di harga Rp 2.370, lumayan untung Rp 120 perlembarnya tinggal dikalikan 4 lot atau 400. Namun ada perasaan sesal saat melihat harga saham PGAS terus bergerak naik, setelah saya jual. Harga melampaui angka Rp 2.400 hingga khirnya mencapai Rp 2.700.

Memilih karena saran MoneySmart.id
Pengalaman itu mendorong saya mencari informasi terkait pergerakan saham salah satunya di rubrik investasi MoneySmart.id. Pengalaman memang guru paling baik. Apalagi setelah menemukan artikel-artikel menarik terkait investasi saham.

#MoneySmartMenginspirasi saya untuk fokus pada saham-saham BUMN lewat tulisan berjudul, "Ini Dia 20 Saham BUMN di Indeks BUMN 20. Apa Aja?"

(moneysmart.id)
Artikel tersebut membantu saya dalam menentukan pilihan membeli saham-saham apa yang sebaiknya dikoleksi. Walau hanya dengan modal awal Rp 1 juta, saya punya mimpi harga saham terus naik. Sehingga nilai invstasi saya berkembang. Atau menjual saat harga tinggi, kemudian kembali membelinya saat harga turun.

Saya juga merasa aman dengan dana saya manakala memilih saham BUMN sebagaimana informasi yang disampaikan dalam artikel tersebut.

Satu hal yang patut dan perlu saya perhatikan adalah pesan di bagian akhir artikel itu. Kalau boleh saya kutip bunyinya seperti ini, “Itulah hal-hal yang mesti diperhatikan jika kamu ingin membeli saham BUMN. Intinya, jangan asal beli mentang-mentang ini adalah BUMN.”

(inews.id)
Nah..... Itu yang membuat saya penasaran dan ingin terus belajar tentang seluk beluk saham. Saat ini paling tidak saham BUMN terlebih dahulu. Atau masih bingung caranya bagaimana menabung saham ? Coba klik,  Trik Menabung Saham Khusus Pemula. Ada trik dan tips jitu bagaimana cara menabung saham agar tetap untung.

Terimakasih MoneySmart.id atas artikel-artikelnya terkait investasi khususnya tentang pasar saham atau pasar modal. #MoneySmartMenginspirasi saya untuk memperhatikan saham-saham BUMN lainnya seperti Aneka Tambang (ANTM), Waskita Karya (WSKT), Wijaya Karya Beton (WTON), Wijaya Karya (WIKA) Dan PP Properti (PPRO) serta ELSA atau Elnusa.

(kontan.co.id)
Sssttt..... Saham-saham tersebut saat ini masuk saham pantauan saya untuk dibeli. Siapa tahu dengan memenangkan lomba ini sebagian uang hadiahnya, akan saya pergunakan untuk membeli salah satu  saham tersebut.

Dan siapa tahu kisah #MoneySmartMenginspirasi  menjadi semakin komplit dan selalu ada cuan bagi saya. Sehingga dapat menginspirasi pembaca lain. Amin.

4 komentar:

  1. Saya juga menabung saham pada 2 Bumn yg salah satunya masuk di LQ45 dan karena Moneysmart saya jadi tau ada saham bumn yg masih murah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, saya baru satu dan itu sudah di jual. Doain menang biar bisa beli saham BUMN lagi.wkwkwkwk
      Makasih sudah mampir mbak.

      Hapus
  2. Wah jadi agak paham tentang saham setelah membaca artikel ini, terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih dapat sedikit membantu.
      Hari ini,6 mei lagi ngincar saham BUMN ,lagi ada discount alias turun. Murah murah tp tetep selektif.
      Salam.

      Hapus

Itsmy blog

 It's my mine