Minggu, 28 April 2019

Enam Peran Keluarga dalam Mendidik Anak Usia Dini

(Foto: gofreedownload.net)

Mendidik anak bukan sebatas mengajarinya agar dapat berbicara lancar dan jelas. Dapat menyanyi, menghitung angka dari satu sampai sepuluh atau mengenalkan berbagai macam jenis warna dan nama-nama hewan atau binatang.


            Membiasakan anak supaya cuci tangan dan kaki usai bepergian, merupakan cara lain keluarga dalam mendidik anak untuk mengerti pentingnya kebersihan dan kedisiplinan.

            Itu salah satu didikan atau ajaran orang tua, yang saya ingat dan masih saya lakukan hingga hari ini. Selalu cuci tangan dan kaki ketika sampai di rumah. Lamat-lamat masih saya ingat ucapan dan bimbingan ibu yang selalu mengajak saya untuk cuci tangan dan kaki manakala sepatu dan jaket sudah dilepas dan ditanggalkan.  

            Mendidik dan mengajar anak usia dini artinya menanamkan nilai-nilai dalam hati dan menjadikannya sebagai kebiasaan baik. Agar anak  memiliki kemampuan untuk selalu bertindak disiplin, peduli, suka menolong, bersikap welas asih terhadap semua mahluk disepanjang hidupnya.

(klikdokter.com)
    Keluarga  memiliki kewajiban untuk menjadikan anak sebagai sosok yang memiliki pendirian. Berkarakter, memahami dan menyadari manfaat melakukan tindakan baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari tanpa merasa takut menjadi beda. Apalagi saat melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang, di tengah kerumunan orang yang minim kepedulian dan kebaikan .  

 Peran keluarga
                
             Agar didikan atau ajaran-ajaran tersebut tertanam dan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Keluarga memiliki peran besar dalam meletakkan benih nilai serta perilaku baik dalam diri anak. 

             Ada enam peran keluarga agar didikan atau ajaran terpatri dalam hati dan pikiran anak selama hidupnya. Ajaran itu sebagai berikut :

      Pertama, memiliki sikap hangat. Anak balita dalam hidupnya masih tergantung kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Sikap hangat dan ramah kepada anak akan memberikan rasa aman serta nyaman padanya, sehingga memudahkan untuk menanamkan ajaran atau didikan yang baik.

                Kehangatan yang dibutuhkan seorang anak biasanya ada di orang terdekat yang setiap hari dijumpai.  Keluarga adalah sumber kehangatan. Mereka mengobarkan kehangatan itu lewat kasih sayang dan cinta ayah dan ibu serta anggota keluarga lainnya. 


(clipart.com)

     Kedua, murah ajakan. Dengan mengajak anak melakukan tindakan atau perbuatan baik, anak mendapatkan pengalaman. Merasa menjadi bagian atau dalam sebuah peristiwa yang baginya mungkin sesuatu yang baru.

     Dengan melibatkan lewat ajakan artinya mengakui eksistensi anak sebagai bagian dari rentetatan kejadian di dunia. Anak merasa diajak untuk ambil bagian dalam melakukan sesuatu. Apalagi setelah itu, mendapat pujian. Dalam memorinya  akan tertanam kesan tentang sesuatu yang baik dan menyenangkan. Sebagaimana pengalaman saya untuk selalu diajak cuci tangan dan cuci kaki  sesampainya di rumah usai bepergian.


(fotosearch.co.za)

       Ketiga, memberi contoh. Terkadang ajakan lewat kata-kata kurang mempan untuk anak-anak. Apalagi saat anak memiliki banyak maunya atau sedang ngambek karena suasana hatinya memang lagi tidak sebagaimana mestinya karena suatu hal. Entah sakit atau karena keinginannya tidak dituruti.

       Contoh atau teladan dari orang dewasa atau anggota keluarga menjadi ajaran serta didikan yang paling baik. Anak usia dini adalah anak dalam masa pertumbuhan yang gemar meniru. Tanpa harus banyak kata, orang tua atau anggota keluarga lainnya dapat memberikan contoh baik tentang banyak hal kepada anak.

       Salah satu yang saya alami dan selalu saya ingat. Ayah atau ibu selalu ke kamar mandi setelah bepergian. Ayah jarang sekali mengingatkan saya untuk membersihkan tangan dan kaki saat sampai di rumah setelah pergi keliling kota, dari tempat saudara, makan bersama di warung soto langganan. Namun ayah selalu yang pertama ke kamar mandi untuk cuci tangan dan kaki.

(gerry.id)

       Sementara ibu tidak pernah lupa mengingatkan saya dengan kata-kata saktinya. “Sepatu di lepas, terus cuci tangan dan kaki.” Jika ayah sudah selesai dari kamar mandi, ibu selalu tahu kapan kamar mandi kosong. “Ayo cepat lepas sepatu, kamar mandi sudah kosong. Cuci tangan kaki,” ujarnya sambil meletakkan tas atau barang bawaan lainnya. Sambil memberi kesempatan saya lebih dahulu ke kamar mandi.

      Keempat, menjaga kebersamaan. Manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Membutuhkan orang lain untuk mengenal dan mengembangkan dirinya sendiri. Dalam kebersamaan ada kesempatan untuk saling membagi pengalaman, saling belajar dan memberi dukungan untuk menjadi lebih dewasa dalam banyak hal.

       Lewat kebersamaan dalam keluarga, anak-anak belajar langsung tentang arti saling menjaga, melindungi, berbagi dan saling peduli antara satu dengan anggota keluarga lainnya.


(graphicriver.net)

      Kebersamaan tidak cukup diajarkan lewat bahasa lisan atau tulisan. Keterlibatan merupakan cara mudah untuk memberikan pemahaman makna atau nilai yang terkandung dalam kebersamaan. Keluarga mesti meluangkan waktu khusus untuk bersama. Sesibuk apa pun anggota keluarga, mereka harus bersama dalam kurun waktu tertentu.

       Keluarga adalah model masyarakat terkecil. Setiap anggota harus saling memiliki rasa hormat antara satu dengan yang lainnya. Dari dalam keluarga, respect dapat diajarkan lewat hal-hal sederhana dalam aktivitas keseharian di rumah.

       Peran kelima keluarga, menumbuhkan dan menjaga sikap hormat terkait pendidikan untuk anak usia dini. Mengucapkan salam saat datang atau akan pergi meninggalkan rumah sejatinya merupakan praktek akan kesantunan. Selaligus menghargai keberadaan orang lain.

       Rumah atau keluarga adalah tempat yang selalu menjadi tujuan untuk pulang setelah sibuk melakukan akivitas. Sebagaimana hewan atau binatang yang memiliki naluri untuk selalu pulang ke kandang atau sarangnya. Setiap anggota keluarga harus saling menghormati dan menghargai akan kehadiran anggota keluarga lainnya.


(Publicdomainvectors.org)



                  Selalu ada rasa rindu, manakala salah satu anggota keluarga belum atau tidak ada di rumah. Rasa hormat dapat tumbuh dengan sendirinya jika masing-masing anggota keluarga tertanam rasa saling memiliki dan saling mengasihi.

        Dari keluarga sikap hormat dapat dibangun dengan mengenalkan sikap toleransi dan berbagi. Menghargai keberadaan orang lain adalah cara awal dalam membangun tumbuhnya sikap saling menghormati satu dengan yang lainnya.

        Menunggu ayah keluar dari kamar mandi,  menjadi didikan sederhana lain dalam memaknai budaya antri dan menghargai orang lain. Karena ayah selalu menjadi orang yang pertama saat melepas sepatu atau sandal sesampai di rumah, usai bepergian. 


(gofreedownload.net)

                     Saya masih ingat karena saya termasuk paling lama dalam melepas sepatu. Saat sampai di rumah biasanya langsung duduk dilantai yang dingin sambil menyadarkan punggung di pintu atau dinding rumah.

        Tidak heran ibu selalu mengingatkan. Saya bergegas melepas sepatu. Selain takut kena marah juga karena menyadari pengaruhnya sosok ibu saat saya masih kecil. Jika tanpa ada ibu siapa yang mengasuh dan menjaga saya setiap harinya. Rasa hormat  ikut tumbuh dan berkembang dalam diri.

        Peran keenam keluarga yaitu memberi kebebasan anak untuk berkembang. Anak dalam usia dini merupakan sosok mahluk yang tumbuh, yang ingin mengenal dan belajar tentang banyak hal. Kewajiban orang tua atau anggota keluarga lain untuk mengawasi dan mengarahkan anak.  Bukan mengekang apalagi membatasi.


(kissing.com, clipartlibrary.com, attachmax.com)

        Anak perlu diberi tawaran dan ditunjukkan jalan yang baik, terkait apa yang dikerjakan dan pilihan apa yang ingin dilakukan. Bebaskan mereka berkreasi dan mencoba banyak hal selama tidak membahayakan dirinya sendiri.  Sebab usia mereka belum mampu untuk berpikir secara kompleks. Oleh karena itu anak, khususnya di usia dini perlu mendapat dampingan dari keluarga.

Keluarga harta paling berharga

                 Tidak tepat menyerahkan begitu saja tanggung jawab pendidikan anak kepada lembaga atau institusi pendidikan. Keberadaan lembaga pendidikan yang dilengkapi dengan sarana prasarana modern, serta tenaga pengajar yang profesional . Tidak dapat menggantikan peran utama keluarga dalam memberikan pendidikan, khususnya kepada anak usia dini.

        Keluarga memiliki peran besar dalam pembentukan kepribadian anak. Keluarga adalah lahan subur tempat bertumbuhnya cinta, kasih sayang dan rasa aman, nyaman serta damai yang diperlukan bagi setiap orang. Semangat saling menjaga dan melindungi, perasaan hangat bersama orang lain pertama kali dikenal  dan dirasakan di keluarga.

        Dari keluarga anak belajar untuk pertamakali tentang arti ketulusan, kepedulian, saling menghargai dan toleransi lewat tindakan orang tua atau anggota keluarga lainnya. Keluarga adalah model pembelajaran dan pendidikan yang mudah karena dilihat dan dirasakan kebermanfaatannya oleh anak.


(appletreebsd.com)

         Lembaga pendidikan seperti Apple Tree Pre-School BSD  mengaplikasikan kebutuhan anak usia dini di keluarga ke dalam kelas. Agar anak merasa nyaman, hangat dan bebas mengekspresikan diri di bawah pengawasan tenaga profesional. 

                       Tetapi keluarga tidak dapat menyerahkan begitu saja tanggungjawab pendidikan, khususnya anak usia dini ke Apple Tree Pre-School BSD. Dan tidak dapat memindahkan fungsi dan tugas keluarga ke tangan pengajar yang profesional.

         Kerjasama antara keluarga dan Apple Tree Pre-School BSD mungkin dilakukan dalam rangka membangun karakter anak. Tetapi bukan berarti menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan ke lembaga atau institusi pendidikan. 

                  Adolph Kolping, aktivis sosial dan kemanusiaan dari Jerman mengatakan, keluarga adalah hal pertama manusia temukan dalam kehidupannya dan hal terakhir yang ia genggam dalam tangannya. Sekaligus hal paling berharga yang dimiliki.

                  Maka jangan sekali-kali meninggalkan arti penting sebuah keluarga.  Bukankah begitu #appletreebsd ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Itsmy blog

 It's my mine