Kamis, 12 April 2018

Demi Rakyat, Demi Masyarakat

Demi Rakyat, Demi Masyarakat
www.renimaldini.wordpress.com
Operasi pasar bukan obat mujarab untuk mestabilkan harga dan bukan jurus  pamungkas mengalahkan aksi para spekulan. Gejolak harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, bukan semata-mata karena tingginya permintaan.
Melambungnya harga-harga kebutuhan pokok sebagian diantaranya karena pelaku pasar yang pandai memanfaatkan situasi. Menciptakan kondisi tertentu agar harga kebutuhan pokok di pasar naik . Namun demikian jangan selalu menyalahkan tengkulak, sebagai kambing hitam naiknya harga-harga menjelang hari besar keagamaan.
Tidak sedikit pedagang, ikut andil menciptakan kondisi agar harga naik. Untuk memperoleh keuntungan yang besar.  Sehingga terjadi  fluktuasi harga bahkan harga terus naik secara liar. Keseimbangan pun tidak lagi terjaga.
www.margonopasarturi.com
www.margonopasarturi.com
Pelaku pasar adalah mereka yang  jeli memanfaatkan kesempatan serta peluang yang tidak datang dua kali. Mereka berusaha memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Tidak salah.
Manakala pasokan barang  minim, saat kebutuhan atau permintaan meningkat. Maka berlakulah hukum ekonomi. Ini terjadi karena beberapa sebab, diantaranya distribusi yang kurang lancar dan gagalnya panen akibat faktor cuaca. Atau faktor  kesengajaan dengan melakukan penimbunan barang.
Saat pasokan minim, tengkulak serta pedagang menjadi aktor dalam memainkan harga. Tujuannya tidak lain keuntungan. Dengan memiliki stok barang berlebih mereka mengendalikan harga di pasar. Barang ingin di lepas bertahap atau secara serentak, tergantung pada perhitungan keuntungan.
Memanfaatkan momentum
Menjaga stabilitas harga memang tidak mudah dan tidak cukup dengan aksi heroik yang dikemas dalam kegiatan operasi pasar . Pemerintah menyadari, operasi pasar bukan  satu-satunya obat  mujarab   dalam mestabilkan  harga dan  bukan  jurus  akhir  untuk mengalahkan  aksi para spekluan ,   seperti  tengkulak dan pedagang  yang ingin menguruk keuntungan  besar.
Pedagang dan tengkulak adalah orang-orang cerdas. Pandai memanfaatkan momentum dan memiliki perhitungan cermat. Pengetahuan, pengalaman dipakai untuk memprediksi  perilaku serta trend pembeli. Khususnya menjelang hari perayaan keagamaan.
Disamping itu tengkulak pandai memainkan informasi dengan kabar tidak jelas sumber dan kebenarannya. Mengatakan barang susah didapat karena  petani gagal panen atau pabrik tidak produksi dan berbagai alasan yang dibuat-buat.
www.tribunnews.com
www.tribunnews.com
Kepada pedagang pengecer di pasar, saat menjual barang atau hasil bumi yang dikumpulkan dari petani. Mereka mengatakan "harga naik". Pedagang pengecer di pasar tidak kuasa menolaknya.
Pemerintah  dalam   hal ini  kantor Kementerian  Perdagangan   mesti lebih cerdik. Tidak cukup dengan mengandalkan kecerdasan dalam menyusun program untuk mestabilkan harga  tetapi  dituntut memiliki kreativitas serta inovasi kebijakan yang  mengarah pada stabilnya harga.
Penetapan HET atau harga eceran tertinggi untuk beras, gula pasir, minyak goreng dan daging sapi di tahun 2017 berhasil mestabilkan harga kebutuhan pokok. Gambaran kebijakan strategis yang tepat sasaran. Berhasil menurunkan tingkat inflasi. Untuk itu ditunggu kebijakan strategis lainnya yang berpihak ke rakyat dan mesejahterakan masyarakat.
www.katadata.co.id
www.katadata.co.id
www.eksbis.sindonews.com
www.eksbis.sindonews.com
Kebijakan tersebut menekan laju inflasi dan menjadi angka terendah dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Menurut data dari Badan Pusat Statistik angka inflasi selama bulan puasa tahun 2017 sebesar 0,86 persen dan saat lebaran 0,69 persen.
Inflasi terjadi karena meningkatnya permintaan barang serta jasa sementara ketersediaan jumlahnya relatif tetap. Inflasi dapat  pula terjadi karena industri atau penghasil produk menaikkan harga jual produknya guna menutup biaya produksinya karena ada perubahan harga baku atau naiknya upah pekerja dan faktor lainnya.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Kementeian Perdagangan perlu melakukan langkah strategis, yang memberi dampak signifikan, tidak bersifat temporal. Sekali lagi operasi pasar bukan jurus jitu dan obat ampuh dalam mengendalikan harga pasar.
Guna menekan inflasi , stabilitas harga harus terjaga. Perlu ketersedian barang secara konstan. Dari pengalaman menunjukkan, ketersediaan barang menjadi salah satu faktor penyebab utama naik turunnya harga barang.
Langkah strategis stabilkan harga
Agar barang-barang kebutuhan pokok tetap stabil  tidak hanya saat mendekati hari besar keagamaan.  Kemendag atau Kementerian Perdagangan perlu melakukan beberapa langkah strategis.
Pertamamemperbaiki kerjasama lintas sektoral antar kementerian atau instansi  yang terkait sebagai  upaya menciptakan satabilnya harga kebutuhan pokok.  Mencari rumusan kerja sama agar lebih efisien dan efektif.  Dengan melibatkan kantor Kementerian Pertanian, Bulog dan Dinas Pekerjaan Umum  serta perusahaan BUMN yang menangani pupuk, lembaga keuangan. Serta Institusi  terkait lainnya.

Demikian selamjutnya tulisan ini dapat dibaca di Kompasiana 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Itsmy blog

 It's my mine