Rabu, 14 Juli 2021

Siapa Bisa Menyuruh Pelan-Pelan ?

(Foto:ko in)

Cepat dan tepat. Itu yang diharapkan oleh para pelaku pasar modal. Namun adakalanya yang cepat belum tentu tepat. Dan yang pelan-pelan atau lambat dalam mengambil sebuah keputusan tidak selamanya memperoleh keuntungan. Bisa jadi malah memperoleh kerugian. 

Menjadi bagian dari pelaku pasar modal tergantung dari tujuan. Long term atau short term. Untuk maksud apa berinvestasi di pasar modal  atau pasar saham. Ada saham yang pelan-pelan menunjukkan kenaikkan dan penurunan harga. Ada juga yang ngebut bagaikan mobil formula satu. Jauh di depan tetapi tiba-tiba berhenti tidak bergeming untuk waktu yang lama.

Namanya juga pasar modal. Ada yang ngebut, yang buat benjut dan pusing banyak pemain saham. Namun tidak sedikit yang jalannya lebih lambat dari kura-kura. Tahun silih berganti, harganya masih disitu saja, sampai bongkoran. Lebih parah dari angkot yang betah ngetem di suatu tempat.  Semua serba tidak pasti.

Coba pelajari karakter para pemain saham. Kalau yang ini boleh pelan-pelan. Tapi mesti cepat dan tepat dalam mengambil keputusan yang benar saat jual atau beli. Jika pelan-pelan, bukan  Senin harga naik. Bisa jadi beberapa detik kedepan harga naik  dan Senin harga turun.

Namun jika prediksi salah, jangan heran jika ada yang kecewa karena rugi atau cuma ambil untung sedikit.

Lalu mengapa tidak sedikit orang masih berminat investasi di pasar modal ?

Apakah karena sifat dasar manusia yang selalu ingin menang ? Ingin menguasai atau mengalahkan. Memiliki sifat untuk mengalahkan atau mengendalikan segala sesuatu. Termasuk penuaan fisik. Maka jangan heran jika manusia berusaha untuk menemukan rumus atau kepastian.

Nah, padahal di pasar modal hanya ada ketidak pastian. Satu-satunya kepastian.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Itsmy blog

 It's my mine